Postingan

Tentang Ketenaran [kumpulan beberapa nasehat]

dikutip dari tulisan mas andre saddam: _ Basyr bin Al Harits Al Hafiy mengatakan, “Aku tidak mengetahui ada seseorang yang ingin tenar kecuali berangsur-angsur agamanya pun akan hilang. Silakan jika ketenaran yang dicari. Orang yang ingin mencari ketenaran sungguh ia kurang bertakwa pada Allah.” _ Ibnul Mubarok mengatakan bahwa Sufyan Ats Tsauri pernah menulis surat padanya, “Hati-hatilah dgn ketenaran.” _ Daud Ath Tho’i mengatakan, “Menjauhlah engkau dari manusia sebagaimana engkau menjauh dari singa.” Maksudnya, tdk perlu kita mencari2 ketenaran ketika beramal sholih. _ Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Rahimahullahu ‘abdan akhmala dzikrohu (Moga-moga Allah merahmati seorang hamba yang tidak ingin dirinya dikenal/tenar)” _ Imam Ahmad mengatakan, “Beruntung sekali orang yang Allah buat ia tidak tenar.” Beliau juga pernah mengatakan, “Aku lebih senang jika aku berada pada tempat yang tidak ada...

IMAN

"percaya" _ Nabi Ibrahim as : ia tau api itu panas tapi ia tau Allah itu ada. andaikan Allah pengen saya mati maka tanpa apipun saya akan mati. tapi kalau seandainya Allah belum pengen saya mati maka api tidak akan pernah mencelakakan saya. dan kalaupun saya masuk api saya mati, Allah akan mengganti dengan tempat yang lebih baik. To me : kamu tau hal itu menyakitkan tapi kamu tau Allah itu ada. andai Allah pengen kamu mendapatkan itu maka siapapun penghalangnya kamu akan tetap mendapatkannya. tapi kalau seandainya Allah belom pengen kamu memiliki itu maka apapun yang kamu mampu lakukan tak akan bisa mencapai itu. kalaupun hal itu benar-benar bukan untuk kamu maka Allah akan mengganti dengan yang lebih baik, Allah mengetahui apa yang kamu tak ketahui.

Sejuta Memori

(1) hujan hari itu terdengar lebih merdu dari kicau burung. bajuku ditumpuki basah di bagian bawah yang dinginnya mengakar dalam menuju tulang. entah siapa yang menuntun, tatapan itu sampai ke mata, tangannya menyentuh ujung jemari lalu pergi.. . (2) waktu tak pernah gagal membocorkan rahasia. betapapun lama terkuburnya hati, maka jarum waktu selalu kuat menggali. siapa yang tahu jika lebah hinggap mampu menjatuhkan tangkai. pintu rumahnya hanya perlu diketuk sekali. tak kusangka ketidaktahuanku menyeret rasanya menujuku. . (3) sejak lama aku melihat mata di punggungnya, hati di matanya. ia satu-satunya yang suka melihatku sebagai setangkai mawar utuh. di tepian samudera ia memandangku tanpa ragu. namun ia melupakan satu bagian penting, tentang batas.. . bahwa untuk mewujudkan berdirinya jembatan kokoh di tengah samudera yang dibutuhkan adalah keberanian. . (4) senang akhirnya sore tiba, waktu pulang tiba. mejaku masih dipenuhi dengan gelas kaca dan air kuning. ...

Rindu..

aku selalu suka hamparan yang terik. di mana angin jatuh di rumputan. mengoyak segerombol ilalang. semut memanjat daun yang hampir terbang. jarum jam seperti tak bergerak, matahari tak kunjung absen dari tempatnya, sinarnya menjelma jarum yang menusuk kaki hingga ke tanah, aku tak boleh berpindah, katanya.. . pada awan tebal di atas sana ada rahasia, yang isinya berguguran tiap kali kumenatap. pepohonan di sisi mengantar angin sepoy bersama gugurannya. kerumunan burung-burung bersiap untuk mengintip. secepatnya kumantrai semua hingga tersembunyi tanpa bekas. langit masih biru, matahari hampir pulang. entah dari mana munculnya bayangan di tanah. Bapak sepertinya ingin menawariku tumpangan untuk pulang. melupakan kehilangan, berjalan di alam ingatan. ingin mengatakan ayoo... namun, pada siapa? tentang rencana, dekapan, dan senja. Bapak, aku rindu. 📝 Di hari yang dingin, Sabtu Malam.

--

"Saya itu mahal sekali, dan saya yakin kalau saya memakai hijab, saya akan mendapatkan laki-laki yang menutup pandangannya juga." - Larissachou